March 3, 2011

Maaf dan Terima Kasih

Yupz, entah lagi-lagi saya mencoba menulis sebuah posting dari apa yang sedang saya pikirkan saat ini atau beberapa jam yang lalu... Tiba-tiba, entah mengapa, secara kebetulan dan bak disambar petir, saya memikirkan dua kata ini...


Maaf dan Terima Kasih...


Dua kata ini sedikit menggelitik hati saya, dua kata yang saya anggap penting untuk saat ini... Mungkin semua orang sudah mengerti akan fungsi dan makna dari kata-kata ini. Sekali lagi, entah darimana asalnya, saya berpikir dua kata ini adalah kata kunci bagi saya untuk menggenggam masa depan saya..

Kata "MAAF", kata yang sebenarnya sangat penuh makna dan sakral adanya. Kata yang tidak boleh seenaknya saja diumbar ke semua orang (sehingga akhirnya muncul kalimat "Kalau ada MAAF, buat apa ada penjara??"). Kata ini memiliki kekuatan magis untuk membuat orang yang merasa tersakiti karena ulah kita menjadi jauh lebih baik dan jauh lebih nrimo... Namun, sekarang kata ini terlalu sering diucapkan sehingga maknanya tak lagi berharga seperti pada awalnya... Kata maaf hanya menjadi pelarian orang-orang yang melakukan kesalahan dari permasalahan secara semu dan pada akhirnya, ia lupa dan melakukan hal yang sama berulang-ulang kali...

Kata "TERIMA KASIH", kata yang lagi-lagi mempunyai sihir untuk mengatakan perasaan kita setelah kita mendapatkan bantuan, pertolongan, dan hal-hal lainnya dari orang lain ataupun Tuhan (walau yang satu ini sering disebut dengan bersyukur)... Hmm, kata ini sangatlah spesial, bisa diulang-ulang tanpa ada perubahan fungsi dan makna. Namun, apapun yang terlalu banyak itu tentu saja tidak pernah baik bukan?? Haha.... :D

Namun, sebenarnya secara pribadi, saya tidak terlalu mempermasalahkan kuantitas kata-kata ini dipergunakan dan dalam kondisi apa kata ini diucapkan, tapi lebih kepada bagaimana seseorang mengucapkan dan mengungkapkan isi hatinya secara bersamaan saat mengucap kata ini... Perasaan yang tulus akan tetap membuat dua kata ini berharga walaupun diulang-ulang ratusan kali dalam sehari.. Selain itu, kita tentunya harus menyadari makna terdasar dari kedua kata ini...

Kata MAAF akan mengajari kita untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama untuk kedua, ketiga, keempat... kalinya...
Kata TERIMA KASIH akan membuat kita menghargai orang lain yang ternyata mau mengulurkan tangannya untuk kita dan sembari mengingatkan bahwa kita pun sudah selayaknya seperti itu...

Jadi, MAAF bahwa saya bukanlah manusia sempurna, saya seringkali salah (baik sengaja ataupun tidak disengaja) dan TERIMA KASIH telah menjadi orang-orang yang berharga dalam hidup saya...

Sekali lagi, MAAF dan TERIMA KASIH...

February 25, 2011

Why oh Why???

Mengapa, salah satu jenis kata tanya yang seringkali diungkapkan dari seorang manusia yang terlalu banyak berpikir (baca: pemikir) akan hidupnya...

Mengapa, salah satu jenis kata tanya yang selalu dipertanyakan oleh orang-orang yang dikecewakan dalam hidupnya...

Tapi...

Mengapa, salah satu jenis kata tanya yang juga mampu mengubah dunia, mengubah pemikiran imajinasi semata menjadi sebuah hasil konkret dan riil dalam hidup...
(Coba saja lihat seorang Isaac Newton yang mempertanyakan "Mengapa sebuah apel jatuh dari atas pohon?" dan akhirnya menemukan gaya gravitasi...)

Hmm, entahlah, tapi akhir-akhir ini, saya selalu terganggu dengan adanya kata tanya ini dalam cerebrum (baca: otak) saya karena saya termasuk dalam orang-orang yang ada dalam pernyataan pertama dan kedua posting saya ini... Ya, tepat sekali, seorang pemikir yang selalu merasa dikecewakan oleh hidupnya sendiri...

Pertanyaan MENGAPA ini sering muncul di saat saya tidak menemukan kecocokan dengan keadaan sekitar saya sekarang ini....
Mengapa saya masuk ke sebuah fakultas kedokteran saat ini (padahal waktu itu saya keukeuh untuk masuk ke sini)??
Mengapa saya merasa "aneh" di lingkungan sekarang ini??
Mengapa saya merasa tidak diterima dan tidak adaptif dalam menjalin sosialisasi di kampus??
Mengapa orang-orang itu cepat sekali berubah hanya dalam beberapa bulan bahkan hari??
Mengapa saya tidak bisa menikmati hidup dengan nyaman dan mengasyikkan seperti dulu lagi??
Mengapa, mengapa dan mengapa....??

Hmm, mungkin orang-orang akan lelah dengan tipe-tipe orang seperti saya ini, PENGELUH.. Haha.. Bahkan, sebenarnya, saya pun lelah dengan melakukan keluhan-keluhan seperti ini... Ingin rasanya tidak memikirkan hal-hal ini, tapi itu mustahil... Hmm, tapi dari pernyataan ketiga, bisa dilihat bahwa MENGAPA itu tidak selamanya buruk, Isaac Newton dan ilmuwan-ilmuwan lainnya sudah membuktikannya.. Bahkan, seorang dokter pengajar saya di Fisiologi mengatakan bahwa MENGAPA itu akan sangat penting untuk menanyakan prinsip kerja suatu mekanisme dalam tubuh manusia hidup...

Yah, mudah-mudahan saja, pertanyaan-pertanyaan MENGAPA ini akan hilang dalam kegembiraan, kedamaian, dan keharmonisan dan diakhiri dengan

MENGAPA SAYA HARUS SELALU MEMPERTANYAKAN PERTANYAAN MENGAPA ITU SENDIRI???

Hmm, intinya, mungkin saya harus lebih bisa untuk enjoying my own life here and now and forever....

February 10, 2011

Writing Again?!

Aloha!! Finally, after a month of non-ideatic syndrome (I don't have any ideas to write??!!), finally I have a little courage to write again (hip hip hooray!!) Maybe it's because of a month of holiday, so I also have my brain in vacation.. Haha... Okay, forget it...

Actually, I still don't have any ideas, what should I write here.. Huh, maybe I just want to share about some big points in my life... My life in this holiday can be supposed as a picture of valley and ended with a climbing-line.. Okay, enough with the analogy...
Hmm, in the beginning of my holiday, what I do is spending a lot of times and money with my high school friends, maybe it's suitable if I say it's a hedoniticum era.. Really, I feel so regretful of that time recently because of my friend who's said about saving money (Special thx to him...) so I'm realized about the bad habit, situation, and conditon...

Next, falling down moment, where I feel so sad, lazy, and hard to do my own life... I was sad when I thought that my friends had forgotten me for one kind of activity.. Furthermore, I felt that they hadn't realized anymore about my presence in this universe... (too much, eka)... Especialy thx for one of my firend here, to make a great imagination about the others' way to forget me (from my birthday, etc.)

Last but the most important, peak-searching effort.. How I must climb vertically to feel that I'm who I am, to feel that I have my own life, and I have my own fingers to play my own life melody on life's piano... (just analogy).. And I realize that although they didn't show any signs for me, I know from the bottom of their heart, they are happy to have me in this world (narcist)... :D

But, I also have to know about other's presences in my life, recognized it, and do my decision without hurting them in their heart... Even this is my own piano, but I play it not only for my satisfaction, but also for entertaining them and giving a meaning to them.... :)

January 3, 2011

Analogi Cinta

Sebenarnya, puisi ini sudah saya buat sejak kelas XII SMA, tepatnya untuk tugas Bahasa Indonesia kala itu, tapi ya ada baiknya saya post di blog ini supaya tetap everlasting... Hahahaha.... :D

Cinta itu seperti sebatang coklat
Rasanya manis di awal hingga akhirnya
Penuh sensasi lembut dan keharuman
Namun sayang...
Saat coklat mencapai gigitan terakhirnya
Begitu pula cinta itu kehilangan auranya

Cinta bagaikan daun-daun pepohonan
Indah terlihat saat ia tumbuh
Menghijau, menguning, lalu menjadi coklat
Dan tak lama...
Ia 'kan meranggas menggugurkan daunnya
Begitu pun cinta terdesak sang waktu

Cinta layaknya sebuah ilusi
Mengaktivasi kita ke alam imajinasi
Terbang ke langit ketujuh bertemu bidadari
Tapi itu semua musnah...
Saat kita terbangun ke arah realita
Begitu jua cinta akan bertemu ujung dimensinya

Cinta itu juga bagai sandiwara
Saat kita tak bisa dengan baik menempatkan diri
Melakonkan peran kita sebagai penikmatnya
Semuanya akan cepat sirna
Ditelan semua bayang-bayang Dewi Durga

Tapi, kalau kita mampu meresapinya dewasa
Cinta itu bagai permata Rusia
Yang tak 'kan pernah hilang kilauannya
Sepanjang masa.....

January 2, 2011

Kaleidoskop & Resolusi

Hmmm, dua kata ini adalah kata-kata yang muncul, terdengar, tertulis, ataupun terlihat saat menjelang acara yang namanya adalah TAHUN BARU... Dua kata ini yang entah mengapa terpikir saat saya mau membuat tulisan ini.. Dua kata yang sebenarnya dari segi estetika bahasa cukup unik dan menarik (menurut saya) dan dua kata yang memiliki makna yang cukup mendalam (sekali lagi masih menurut saya)....

TAHUN BARU, sebuah kegiatan yang tiap tahunnya coba dirayakan semua makhluk di dunia, termasuk saya.. Buat saya, tahun baru itu harusnya menjadi titik balik kehidupan di tahun-tahun selanjutnya dan biasanya tahun baru itu adalah LIBURAN...... Hmm, tapi khusus tahun ini, saya tidak merasakan apa yang dinamakan LIBURAN itu... Huh, tapi ya sudahlah, kembali ke topik awal...


KALEIDOSKOP, sebuah kata yang sangat unik yang menyerupai gabungan dari KALENDER dan MIKROSKOP (sangat amat asal)... Ya, tapi mungkin dari 2 kata ini bisa disimpulkan makna kata aneh bin ajaib ini, yakni melihat kembali hal-hal unik yang sudah terjadi di masa lalu selama satu periode waktu tertentu (Alhasil di tahun baru ini, adanya kaleidoskop 2010)...


Sementara, RESOLUSI (mungkin lebih sering kita dengar resolusi dari foto/gambar, tapi ini beda artinya) , kata ajaib lainnya, berarti cita-cita, visi, keinginan, dan semacamnya yang ingin dicapai pada kehidupan di satu periode waktu di masa depan (Ya, kalau sekarang sih, adanya Resolusi 2011).....

Ka-Lei-Dos-Kop saya di tahun 2010 kemarin sebenarnya tergolong biasa-biasa saja, tidak terlalu menarik, apalagi toh saya bukan siapa-siapa di bumi nan megah ini... Secara garis besar, 2010 bukan tahun yang buruk, tapi juga bukan tahun yang amat baik bagi saya... 2010 itu tahun yang everlasting, banyak momen-momen berharga yang ada di dalamnya....

2010 itu adalah tahun di mana saya ada di kelas XII SMA, yang harus berhadapan dengan UN, US, dan U U lainnya...
2010 itu adalah tahun di mana saya harus bisa dengan rela melepas kehidupan SMA dengan teman-teman yang luar biasa karena kita sama-sama harus move on ke kuliah masing-masing...
2010 itu adalah tahun di mana saya pernah patah kaki gara-gara main ice skating...
2010 itu adalah tahun di mana saya berusia 18 tahun....
2010 itu adalah tahun di mana saya mantap memutuskan untuk melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran...
2010 itu adalah tahun di mana saya ditolak masuk ke universitas ternama di Indonesia tepat 3 hari setelah saya patah kaki....
2010 itu adalah tahun di mana saya akhirnya bisa masuk ke fakultas kedokteran ternama di Indonesia setelah saya harus tes kedua kalinya di ruang rapat dekan dan teman-temannya....
2010 itu adalah tahun di mana saya mendapat kegembiraan, tawa canda, tapi juga isak tangis dan rasa muram...


Overall, 2010 itu fantastis....


Sekarang, beralih ke resolusi, kira-kira apa ya yang pantas dijadikan resolusi buat tahun depan?? Hahaha....
RESOLUSI saya di tahun 2011 itu sederhana, hanya ingin lebih menikmati hidup dan juga bisa lebih dekat dengan Tuhan, orang tua, adik, keluarga, teman-teman, guru-guru, senior-senior, musuh-musuh sekalipun, dan berbagi kebahagiaan ataupun kesedihan bersama mereka... Hmmm, just it....